Rabu 1 Muharram 1437 Hijrah, Rumah Budaya Tengkah Zapin menggelar majelis seni dengan tajuk “Berzapin dalam Bingkai Melayu”. Majelis ini bersempena tahun baru hijriah yang bertepatan dengan tanggal 14 Oktober 2015.

Berzapin

Sesuai dengan tajuknya, majelis seni memang lebih khusus menampilkan dan mendiskusikan seni Zapin yakni zapin Meskom.

Hadir dalam majelis ini antara lain, Spn. Iwan Irawan Permadi, Bang Ide selaku ketua harian Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru, Bung Hari S. Hasan Pemangku Ketua Dewan Kesenian Kota Pekanbaru, Bang Fachri Semkot seniman lawak Senior Riau dan Bung Fedli Azis.

Spn. Iwan Irawan Permadi yang ditunjuk sebagai narasumber pada sesi dialog, mengatakan bahwa di Riau itu terbagi menjadi¬†dua yakni zapin Melayu dan zapin Arab atau yang lebih dikenal dengan zapin Ya Umar. Namun yang berkembang saat ini adalah zapin Melayu. Sedangankan zapin Ya Umar sudah hampir punah. “Oleh Sebab itu, pemerintah harus lebih maksimal lagi kedepan”, ujar bang Iwan menutup sesi dialog.

Tz Young Voice

Selain pertunjukan tari zapin, majelis seni ini juga dimeriahkan dengan mini konser TZ Young Voice dan Mendu oleh teater Matan.

Teater Matan

Rumah Budaya Tengkah Zapin memang tak henti bergeliat sejak didirikan beberapa tahun silam, selalu saja berkarya demi majunya seni budaya Melayu. Dan pada tanggal 18 Oktober 2015 mendatang TZ pun ikut ambil bagian dalam kegiatan yang diberi tajuk “BULAN BAHASA DALAM BULAN ASAP” Bersanjak dalam asap yang belum beranjak, berkerjasama dengan Taman Budaya Riau, Malay Music Institute, Dewan Kesenian Kota Pekanbaru, Selembayung, Matankari, Matan, Sikari dan lainnya.