76DSC_0028PEKANBARU – Dalam waktu dekat Dewan Kesenian Kota Pekanbaru (DKKP) akan melaksanakan kegiatan “Silaturahmi Seni”. Kegiatan ini tentu saja sebagai kelanjutan dari Silaturahmi Seni yang telah diselenggarakan sebelumnya. Oleh karena itu pengurus DKKP melakukan berbagai langkah persiapan mematangkan acara nantinya. Salah satunya ialah melakukan audiensi kepada Walikota Pekanbaru.

Pada hari Jum’at (4/9/2015) kemarin, Pemangku Ketua umum DKKP, Hari Sandra Hasan bersama beberapa pengurus menghadap Walikota Pekanbaru. Kehadiran pengurus DKKP periode 2012-2017 tersebut disambut baik oleh H. Firdaus, MT di kediamannya, Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Pertemuan tersebut membahas tentang penentuan tanggal kegiatan yang bisa menyesuaikan dengan jadwal Walikota. Hari Sandra Hasan mengusulkan pelaksanaan Silaturahmi Seni digelar pada bulan September, atau di bulan Oktober 2015 jika Walikota memiliki jadwal yang padat pada bulan ini.

Meskipun jadwal masih tentativ, namun pengurus DKKP kali ini meminta kehadiran Walikota sebagai orang nomor satu di kota Pekanbaru yang notabene telah mengeluarkan SK (Surat Keputusan) pengurus DKKP untuk ikut berkumpul bersama seniman kota Pekanbaru.

Hari Sandra Hasan menyampaikan kepada H. Firdaus, MT bahwa kegiatan ini mengundang seluruh komponen Sanggar Seni yang ada di Pekanbaru untuk berkumpul dan menghimpun semangat serta menyatukan persepsi bersama Walikota Pekanbaru, untuk mewujudkan kesenian dan kebudayaan yang lebih berkembang di kota metropolitan ini di masa mendatang. Seperti Silaturahmi Seni sebelumnya acara dirangkai dalam dialog dan pertunjukan seni.

Merespon apa yang disampaikan oleh pengurus DKKP, H. Firdaus, MT sangat menyambut baik dan meminta pelaksanaan Silaturahmi Seni digelar di kediamannya. Walikota juga berharap DKKP bersama para seniman dan pelaku seni di kota Pekanbaru terus kreatif dalam menciptakan karya-karya unggulan, terutama seni budaya Melayu. Apalagi menurut Walikota, tahun ini pemerintah kota Pekanbaru sedang menyusun revisi Rencana Jangka Panjang kota Pekanbaru termasuk membuat rencana induk seni dan budaya. Tentu saja konsep-konsep bernas bisa digagas agar terintegrasi dalam perencanaan tersebut. Maka pertemuan dengan berbagai komunitas, sanggar, seniman, dan pelaku seni budaya nantinya merupakan pertemuan yang cukup penting.(Rls)

(Berita ini dikutip dari RiauKepri.com)